Atma Jaya

Home » Unit » Hasil Penelitian

Gambaran Persepsi Risiko Terhadap Bencana

GAMBARAN PERSEPSI RISIKO TERHADAP BENCANA PADA SISWA DAN MAHASISWA

 DI WILAYAH DKI JAKARTA
 

Peneliti :

 

Dr. Weny Savitry S. Pandia, Psi.

 

Christiany Suwartono, M.Si

 

Yapina Widyawati, M.Psi

 

Venie Viktoria, M.Psi

 

Wieka Dyah Partasari, Psi., M.Si.

 

Fakultas Psikologi

 

Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

 

Jakarta, Januari 2010

 

Abstrak

Dalam kehidupannya, manusia selalu dikelilingi oleh berbagai situasi yang dapat mengancam kesejateraan hidupnya. Situasi tersebut dapat dianggap sebagai situasi yang sangat berbahaya dan mengancam, dapat pula dianggap sebagai situasi yang tidak berbahaya.  Penilaian terhadap berbagai situasi tersebut terkait dengan persepsi risiko terhadap bencana. Persepsi risiko terhadap bencana penting untuk diketahui agar dapat ditelaah mengenai hal-hal yang dianggap sebagai risiko bencana, sehingga dapat dibuat berbagai strategi penanggulangan bencana yang komprehensif dan tepat sasaran. Remaja sebagai subyek penelitian ini merupakan generasi penerus yang diharapkan dapat memberi kontribusi besar pada penanggulangan bencana, sehingga persepsi mereka penting untuk diketahui


Penelitian ini dilakukan pada siswa SD, SMP, SMU, serta mahasiswa di lima wilayah kotamadya DKI Jakarta dengan jumlah subyek 1157 orang. Alat penelitian yang digunakan adalah dua tipe Kuesioner Persepsi Risiko yang diadaptasi dari Kpanake, Chauvin, dan Mullet (2008). Koefisien reliabilitas kuesioner tipe A adalah 0.926 (M = 425.18, SD = 65.62), dan tipe B adalah 0.956 (M = 507.43, SD = 80.96).


Hal yang dipersepsikan berisiko pada siswa SD adalah narkoba, ancaman bom, dan gunung meletus, sedangkan pada siswa SMP, SMA, dan mahasiswa adalah narkoba, HIV/AIDS dan tsunami. Tingkat perkembangan kognitif, konteks lingkungan tempat tinggal, aktivitas sehari-hari, dan pengalaman saat menghadapi bencana ternyata berpengaruh terhadap hal-hal yang dipersepsikan sebagai risiko bencana.