Atma Jaya

Pengorbanan

Berkorban…mudah untuk diucapkan tetapi sulit untuk dilakukan. Sebenarnya apa sih pengorbanan itu? pengorbanan itu berarti merelakan sesuatu yang berharga (harta, tenaga, pikiran, waktu, bahkan nyawa) dari kita untuk diberikan kepada orang lain yang kita cintai dengan tulus demi kebahagiaan mereka. Pengorbanan itu identik dengan cinta, di dalam cinta yang sungguh-sungguh pastilah ada pengorbanan, bisa pengorbanan kecil sampai pengorbanan besar berupa nyawa. Bisa dibilang pengorbanan merupakan konsekwensi dari cinta itu sendiri.


Beberapa contoh konkrit dari berkorban; orang tua rela membanting tulang untuk mencari nafkah demi kesejahteraan anaknya, seorang pacar rela meluangkan waktunya untuk menjemput sang pujaan hati, merelakan uangnya untuk beli pulsa demi mengsms pacarnya (kalau pacar kalian masih pelit, m…mungkin mereka lagi ga punya uang : P), anak yang mencintai orangtuanya akan merelakan waktu untuk menemani orangtuanya jalan-jalan, menemani mereka mengobrol, anak-anak Tuhan yang mencintai Tuhan rela mengorbankan waktunya untuk berdoa, bersaat teduh, membaca alkitab setiap hari demi membangun relasi yang akrab denganNya, melayaniNya. Ya…itu beberapa contoh dari pengorbanan kecil sebagai wujud dari cinta kita. Ada juga pengorbanan yang besar seperti pengorbanan yang dilakukan para pejuang kita demi kemerdekaan bangsa hingga mereka rela mati demi bangsa ini. 


Lebih jauh lagi dari itu, ketika kita mau berkorban, berarti kita sudah paham bagaimana cinta yang dewasa itu, dimana bukan kita lagi yang menjadi pusat atau center dari segalanya, melainkan kebahagiaan orang lainlah yang menjadi tujuan akhir kita. Bisa dibilang kita rela menomorduakan diri kita untuk kebahagiaan orang lain, tidak mudah bukan?
Ya…akan menjadi tidak mudah untuk berkorban karena seringkali kita masih ingin dinomorsatukan. Selain itu, ketika kita mencintai orang, seringkali kita berpikir, apa yang akan kita terima kembali atau dengan kata lain, kita akan dapat apa dari cinta itu? Ya...terkesan seperti penuh perhitungan dan pamrih. Masih memperhitungkan apa yang akan kita terima kembali dari pengorbanan kita, atau dengan kata lain masih egocentric (itu ini khas anak-anak, egocentric? masih berpusat pada dirinya sendiri).
Cinta yang sejati, yang sungguh-sungguh, bukanlah cinta yang seperti itu. Cinta sejati tidak lagi berpusat pada diri sendiri, tetapi pada kebahagiaan dan kesejahteraan orang yang kita cintai sehingga pengorbanan bukan lagi kata asing dalam kamus cinta mereka. Hanya ada satu pribadi yang sungguh-sungguh tahu betul apa arti cinta sejati dan pengorbanan itu yaitu Allah. Dia begitu mencintai manusia yang penuh dosa hingga Dia rela mengorbankan Anak TunggalNya untuk disalib demi menebus dosa kita, demi keselamatan kita (Yoh 3 : 16). Pengorbanan Tuhan di salib, sungguh merupakan karya terbesar dalam hidup kita. Saking cintanya, Allah tidak berpikir dua kali utnuk mengorbankan hartaNya yang paling berhargaagar manusia jangan binasa. Ya...itulah pengorbanan dan cinta yang sejati.
Sekarang...bila anda mengaku sudah mencintai seseorang, sudahkan kita berkorban untuk mereka? Bila anda masih ragu berkorban, berarti anda belum sungguh-sungguh mencintai mereka. Jika kita mengaku mencintai Tuhan, sudahkah kita mau berkorban untukNya? Mengorbankan waktu, pikiran, tenaga, bahkan nyawa untukNya? 


Berani mencintai berarti berani juga berkorban. Sekecil apapun pengorbanan yang kita lakukan, tidak akan kembali atau berakhir dengan sia-sia. Pengorbanan kita pastilah akan menghasilkan kebahagiaan untuk orang yang kita kasihi. Sama seperti pengorbanan Yesus di kayu salib, walaupun masih banyak orang yang menolak cintaNya, namun banyak juga yang diselamatkan dari hasil pengorbananNya itu.
So........ketika kita sudah mulai berani menyatakan bahwa anda mencintai seseorang, kita juga harus berani untuk berkorban demi mereka.

Kalender
S S R K J S M
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31
bottom