Atma Jaya

Pentingnya Pendidikan Karakter Pada Masa Pandemi

Jakarta, 15 Mei 2020 – Sejak dimulainya masa pandemi, pendidikan di Indonesia beralih melalui daring (online). Hampir semua jenjang mengikuti pembelajaran melalui platform yang terdapat di komputer. Banyak pembelajaran yang diambil ketika mengikuti belajar online. Pada kesempatan ini, Microsoft Indonesia Education Expert mengadakan live online talkshow bertema “Menumbuhkan Generasi Cerdas Berkarakter Di Masa Belajar Dari Rumah”.

 

Live Online ini dibawakan oleh beberapa pembicara yaitu Ir.Hendarman,M.Sc,Ph.D (Kepala Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), Reneta Kristiani,M.Psi.,Psikolog (Dosen tetap Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya) dan Shirley Puspitawati M.Sc,M.Ed (Kepala Divisi Internasional BPK Penabur dan Alumni Fakultas Pendidikan Bahasa Unika Atma Jaya). Acara ini juga dihadiri oleh sekitar 100 pendidik dari seluruh Indonesia.

 

Tujuan diadakannya live online talkshow ini adalah membuka wawasan tentang kebijakan Kemendikbud dan penguatan pendidikan karakter, kedua membuka wawasan guru tentang peranan guru,sekolah dan konselor dalam menumbuhkan keteladanan nilai-nilai karakter khususnya pada masa belajar di rumah, menginspirasi guru dengan berbagai strategi yang dapat diterapkan sekolah dalam pembentukan karakter.

 

Menurut Hendarman, kondisi anak zaman ‘now’ kebanyakan sudah menggunakan gadget bahkan lebih canggih dari orang tua. Umumnya anak-anak menggunakan gadget untuk sosial media, game, dan youtube. WHO telah mengeluarkan Clasification of Disease yang menyebutkan kecanduan main game sebagai gangguan kesehatan jiwa. Maka dari itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter. Strategi kebijakan ini tertuang dalam habituasi yaitu diajarkan,dibiasakan, dilatih konsisten, menjadi kebiasaan, menjadi karakter, menjadi budaya. Strategi ini dapat diterapkan mulai dari rumah, kelas, sekolah, dan masyarakat. Nilai Karakter yang dapat diciptakan saat pembelajaran di rumah adalah nilai kemandirian, gotong royong, dan kreativitas. Selama masa pandemi ini, semua pihak di sektor pendidikan harus keluar dari zona nyaman untuk berinovasi menciptakan kreativitas, harus melakukan adaptasi yang lebih dengan penggunaan teknologi, serta harus menyadari peranan penting teknologi dalam mendukung pembelajaran.

 

Pada sesi selanjutnya, Reneta Kristiana memberi penjelasan bagaimana membentuk karakter anak di masa belajar dari rumah. Peran guru yang masih bisa dilakukan saat pembelajaran di rumah adalah menyiapkan materi pembelajaran,mengajarkan dan mengevaluasi pembelajaran apakah sudah sesuai. Penting bagi guru untuk meningkatkan kreativitas untuk pembelajaran di rumah agar tidak terlalu bosan. Peran guru saat ini yang sudah digantikan orang tua adalah membimbing keteraturan dan kedisiplinan ketika proses belajar, lalu juga memotivasi anak dalam belajar dan menjadi fasilitator yang baik bagi anak dalam belajar.

 

Bagian terakhir adalah talkshow yang dibawakan oleh Shirley Puspitawati alumni Fakultas Pendidikan dan Bahasa Unika Atma Jaya yang menjadi Kepala Divisi Internasional BPK Penabur. Shirley menceritakan bahwa di Penabur setiap pembelajaran membuat video interaktif , dan setiap minggunya ada referensi belajar terbaru.  Karakter siswa bisa membentuk visi misi sekolah. Setiap mata pelajaran selalu ada bagian karakter yang harus di kembangkan. Pihak sekolah memberikan informasi tentang nilai-nilai  karakter yang akan ditanamkan , dari situ orang tua dapat diajak berkomunikasi. Belajar dari pandemi, guru orangtua dan masyarakat harus bersinergi gotong royong membangun pendidikan. (MAB)

Kalender
S S R K J S M
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  
bottom