Atma Jaya

Perlu Dukungan, ILUNI dan Kominfo bahas Pendidikan dalam Masa Pandemi

 Menteri KOMINFO dan alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UAJ, Jhonny G Plate

 

Ikatan Alumni Unika Atma Jaya menggelar seminar online dengan mengangkat tema peran Kemkominfo menjaga pendidikan jarak jauh Nusantara, pada Sabtu (25/7). Menteri KOMINFO dan alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jhonny G Plate, menyebut pemerintah bersama operator seluler tengah mendorong akselerasi transformasi digital melalui penyediaan infrastruktur dan ekosistem digital untuk memenuhi kebutuhan internetifikasi rasio tinggi, khususnya untuk jaringan 4G yang diperlukan untuk pendidikan jarak jauh.

 

Pandemi Covid-19 memberikan tantangan besar bagi dunia pendidikan di Indonesia. Setidaknya ada 45 juta pelajar tanah air yang harus rela belajar dari rumah dengan memaksimalkan gawai dan jaringan internet. Siswa yang duduk pada bangku pendidikan dasar hingga mahasiawa wajib memiliki gawai sebagai modal untuk bisa mendapat pendidikan salama masa pandemi. Namun nyata pola belajar online tidak sepenuhnya dapat dinikmati oleh siswa dan siswi tanah air yang kerap terkendala dengan kemuktahiran perangkat dan sambungan internet yang terbatas, baik karena biaya yang harus dikeluarkan atau lokasinya yang sulit jaringan.

 

 Mega Lestari Guru SDN Pondok Kopi 02 Jakarta Timur Alumni FPB UAJ

 

Pelajar Ibu Kota, meski berada di pusat, juga tidak lepas dari isu belajar online. Mega Lestari, Guru SDN Pondok Kopi 02 Jakarta Timur, mengungkapan kalau siswanya bahkan meminta agar tidak terlalu sering menggunakan salah satu platfom digital karena mahalnya biaya quota internet yang harus dikeluarkan. “Kadang kami putuskan untuk japri atau telepon mereka, beberapa guru juga akhirnya bertemu secara langsung jika dibutuhkan. Kami juga harus mencari cara atau metode kreatif (ketika menyusun materi belajar) supaya pembelajaran menarik.” ujar alumni FPB UAJ tersebut.

 

Ketua Ikatan Alumni FPB UAJ dan Education Consultant, Charles Samuel Albert mengungkapan orang tua merasa terbeban karena harus mengeluarkan biaya lebih untuk membeli paket internet bagi putra/puteri mereka, apalagi bagi orang tua yang memiliki dua atau lebih anak bersekolah.

 

KOMINFO sendiri merilis data terkait penyediaan infrastruktur TIK yang menyebut bahwa terdapat 12.548 desa dan keluarahan yang belom terjangkau jaringan 4G. Sedangnya ada 150.000 titik layanan publik yang belum memiliki akses layanan internet yang memadai, dimana sebagai besar lokasinya berada di wilayah 3T (tetinggal, terdepan, dan terluar).

 

Jhonny G Plate menyebut hingga kini pemerintah telah membangun backbone broadband (jaringan tulang punggung pita lebar) berupa penggelaran fiber optic diseluruh wilayah Nusantara yang panjangan mencapai 348.000 km. Stafsus Kominfor Bidang Digital dan SDM, Dedy Permadi menyebut kalau pemerintah tengah mengupayakan segala cara termasuk pembangunan titik-titk BTS (base transceiver station) untuk mendukung pendidikan daring dapat berlajan lancar, khususnya pada sisi konten edukatif bagi dua per tiga dari total pengguna internet yang umumnya remaja dan pemuda usia sekolah. Ia juga menyebut bahwa selama masa pandemi ini data penggunakan jaringan internet sebesar 40% mengalami peralihan konekivitas internet yang mulanya dari lokasi perkantoran ke wilayah permukiman warga, sehingga perlu usaha agar kebutuhan ini bisa terpenuhi.

 

 Stafsus Kominfor Bidang Digital dan SDM, Dedy Permadi

 

“Sampai saat ini setiap bulan, kalau ditotal subsidi operator untuk meringankan beban pengguna internet dimasa pandemi covid-19 ini bernilai 1,9 Triliun. Dimana ini merupakan hasil koordinasi agar operator seluler itu menghadirkan paket-paket internet khusus dan lebih murah.” ujar Dedy Permadi.

 

Unika Atma Jaya sendiri hingga kini masih terus berupaya untuk menyempurnakan metode belajar dengan memanfaatkan saluaran layanan daring. Kampus yang tahun ini merayakan Lustrum ke XII ini berupaya untuk berkolaborasi dan memaksimalkan platfom digital untuk memberikan layanan pendidikan yang optimal bagi mahasiswa. Atas usaha ini, Unika Atma Jaya diganjar dengan bintang lima QS Star untuk kategori online learning, dimana penilaiannya meliputi tiga komponen utama, yaitu: Student-faculty engagementStudent interaction, dan Student services and technology.

Kalender
S S R K J S M
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  
bottom