Atma Jaya

Perlunya Membuka Wawasan yang Luas dan Berpikir Kritis

Nani Nurrachman Sutojo

 

Perlunya membuka wawasan dan berpikir kritis tentang keadaan sekarang ini dan juga perlunya kesadaran sejarah tentang masa lalu kita, sekarang, dan yang akan datang.” – Nani Nurrachman Sutoyo

 

Tidak terasa sebentar lagi negara kita merayakan hari jadinya yang ke-73 tahun. Semarak perayaan hari kemerdekaan sudah mulai terlihat diberbagai sudut daerah, apalagi tahun ini terasa lebih spesial karena Indonesia diberi kesempatan untuk menyelenggarakan event olahraga terbesar se-Asia, Asian Games 2018.

 

Diusia yang sudah memasuki usia tua, Indonesia tentu saja mengalami banyak sekali perubahan. Tidak hanya perubahan dalam hal fisik seperti segala pembaharuan infrastruktur melainkan juga perubahan gaya hidup, kebudayaan, pendidikan, sosial, teknologi dan sebagainya. Menariknya lagi jika kita melihat generasi milenial Indonesia saat ini. Memaknai perayaan kemerdekaan Indonesia tentu saja berbeda dengan generasi terdahulu kita.

 

Salah satu dosen Fakultas Psikologi yang juga merupakan anak dari pahlawan revolusi Indonesia Alm. Brigjen Sutoyo Siswomiharjo yakni Nani Nurrachman Sutojo memberikan pendapatnya mengenai makna hari kemerdekaan tahun ini hubungannya terhadap generasi milenial dan keadaan Indonesia saat ini. Mayor Jendral TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo sendiri adalah seorang perwira tinggi TNI-AD yang diculik dan kemudian dibunuh pada peristiwa Gerakan 30 September di Indonesia. Sutoyo Siswomiharjo yang lahir di Kebumen, Jawa Tengah, 28 Agustus 1922 termasuk ke dalam salah satu Pahlawan Revolusi 1965.

 

Nani berpendapat bahwa ditengah keberagaman yang ada di negara Indonesia harusnya menjadi sebuah kekuatan besar dan tidak bisa lagi berpegang teguh dengan konsep primordialisme karena pada masa sekarang ini telah memasuki era baru yang lebih terbuka baik secara informasi, akulturasi budaya, asimilasi kebudayaan dan globalisasi. Ia juga berpesan kepada generasi milenial untuk membuka wawasan seluas mungkin dan berpikir secara kritis terhadap apapun. Karena cara berpikir memiliki displin tersendiri yang akan membentuk karakteristik seseorang.

 

Beliau juga mengingatkan pentingnya sejarah Indonesia untuk mengetahui karakteristik bangsa kita sendiri, dimulai dengan awal berdirinya negara ini hingga bisa sampai pada hari ini. Selain itu, beliau juga membagikan pengalamannya ketika ia meminta kepada ayahnya untuk dapat bersekolah di luar negeri.

 

“Saya ingat pesan beliau waktu itu, ketika saya meminta kepadanya bahwa saya ingin sekolah di luar negeri yang ditolak oleh beliau saat itu karena tidak memiliki dana, tetapi katanya, jika saya memang sangat ingin bersekolah di luar negeri dapat manfaatkan beasiswa setelah saya lulus sarjana di Indonesia. Kemudian, saat itu juga saya bertanya mengapa saya harus sekolah di Indonesia terlebih dahulu, lalu beliau berkata, ‘Itu agar kamu mengenali dan tahu bagaimana cara bangsamu berpikir’,” Nani Nurrachman Sutojo. Beliau juga berpesan kepada generasi milenial saat ini pentingnya membaca, karena menurut beliau kecenderungan dewasa ini membaca hanya untuk sekedar tahu bukan untuk memahami. (SG)

Kalender
S S R K J S M
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30  
bottom