Atma Jaya

Kurikulum PSPD


PROFIL LULUSAN PROGRAM STUDI PROFESI DOKTER

 

  1. Dokter yang berperan sebagai penyedia layanan kesehatan (care provider),pengambil keputusan (decision maker), pemimpin masyarakat (community leader), manajer(manager), komunikator (communicator).
  2. Dokter yang berperan dalam pelayanan primer, preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif di bidang gerontologi dan geriatri.
  3. Dokter yang berperan sebagai konsultan peningkatan kualitas hidup.

 

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN LULUSAN PROGRAM STUDI PROFESI DOKTER

 

A. Sikap dan Tata Nilai

  1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius.
  2. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral dan etika.
  3. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan Pancasila;
  4. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa;
  5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain;
  6. Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
  7. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
  8. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik.
  9. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan dalam bidang kedokteran secara mandiri.
  10. Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan.
  11. Menginternalisasi nilai Kristiani, Unggul, Profesional dan Peduli.

 

B. Keterampilan Umum

  1. Mampu bekerja di bidang keahlian pokok untuk jenis pekerjaan yang spesifik dan memiliki kompetensi kerja yang minimal setara dengan standar kompetensi kerja profesinya;
  2. Mampu membuat keputusan yang independen dalam menjalankan pekerjaan profesinya berdasarkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif;
  3. Mampu mengomunikasikan pemikiran/argumen atau karya inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan profesi dan kewirausahaan, yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan etika profesi, kepada masyarakat terutama masyarakat profesinya;
  4. Mampu melakukan evaluasi secara kritis terhadap hasil kerja dan keputusan yang dibuat dalam melaksanakan pekerjaannya oleh dirinya sendiri dan oleh sejawat;
  5. Mampu meningkatkan keahlian keprofesiannya pada bidang yang khusus melalui pelatihan dan pengalaman kerja;
  6. Mampu meningkatkan mutu sumber daya untuk pengembangan program strategis organisasi;
  7. Mampu memimpin suatu tim kerja untuk memecahkan masalah pada bidang profesinya;
  8. Mampu bekerja sama dengan profesi lain yang sebidang dalam menyelesaikan masalah pekerjaan bidang profesinya;
  9. Mampu mengembangkan dan memelihara jaringan kerja dengan masyarakat profesi dan kliennya;
  10. Mampu bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang profesinya sesuai dengan kode etik profesinya;
  11. Mampu meningkatkan kapasitas pembelajaran secara mandiri;
  12. Mampu berkontribusi dalam evaluasi atau pengembangan kebijakan nasional dalam rangka peningkatan mutu pendidikan profesi atau pengembangan kebijakan nasional pada bidang profesinya;
  13. Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengaudit, mengamankan, dan menemukan kembali data dan informasi untuk keperluan pengembangan hasil kerja profesinya.
  14. Mampu menyusun laporan atau kertas kerja atau menghasilkan karya ilmiah di bidang kedokteran berdasarkan kaidah rancangan, prosedur baku, dan kode etik profesi dokter yang dapat diakses oleh masyarakat akademik.

 

C. Keterampilan Khusus

  1. Mampu menerapkan komunikasi dengan pasien, keluarga, masyarakat, kolega dan profesi lain.
  2. Mampu mengelola masalah kesehatan pasien, keluarga, dan masyarakat sesuai dengan kewenangan sebagai dokter.
  3. Mampu menerapkan praktek kedokteran yang sesuai aspek medikolegal dalam masyarakat Indonesia dengan budaya yang majemuk.
  4. Mampu menerapkan standar keselamatan pasien.
  5. Mampu mengelola sumber daya manusia dan sarana-prasarana secara efektif dan efisien dalam pelayanan kesehatan primer.
  6. Mampu menerapkan pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif kepada pasien, keluarga dan masyarakat minimal setara Standar Kompetensi Dokter Indonesia.
  7. Mampu menerapkan pelayanan primer pada masalah kesehatan perkotaan.
  8. Mampu menerapkan pelayanan primer terutama secara promotif dan preventif di bidang kedokteran geriatri dan gerontologi, kedokteran adiksi, serta penyakit infeksi.
  9. Mampu menerapkan konsultasi sebagai dokter dalam rangka peningkatan kualitas hidup.
  10. Mampu menerapkan nilai-nilai kristiani, unggul, profesional dan peduli dalam praktek kedokteran.

 

D. Penguasaan Pengetahuan

  1. Menguasai teori aplikasi komunikasi dengan pasien, keluarga, masyarakat, kolega dan profesi lain.
  2. Menguasai teori aplikasi biomedik dan aspek psikososial dari prosedur-prosedur medik minimal setara dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia.
  3. Menguasai pengetahuan tentang masalah kesehatan baik secara molekuler maupun seluler melalui pemahaman mekanisme normal dalam tubuh.
  4. Menguasai teori aplikasi kedokteran dasar yang berhubungan dengan terjadinya masalah kesehatan beserta patogenesis dan patofisiologinya.
  5. Menguasai teori aplikasi tata laksana penyakit kongenital, trauma, infeksi, neoplasma dan degeneratif.
  6. Menguasai teori aplikasi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif terhadap masalah-masalah kesehatan.
  7. Menguasai teori aplikasi epidemiologi untuk menentukan prioritas masalah kesehatan dan sistem kesehatan nasional.
  8. Menguasai teori aplikasi evidence based medicine dan value based medicine dalam melakukan interpretasi anamnesis, pemeriksaan fisik, uji laboratorium dan prosedur yang sesuai kewenangannya, untuk menegakkan diagnosis, merancang tata laksana, mengevaluasi dan menindaklanjutinya.
  9. Menguasai teori aplikasi ilmu dan teknologi biomedik, klinik, ilmu perilaku, ilmu komunikasi serta ilmu kesehatan masyarakat untuk memecahkan masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat.
  10. Menguasai teori aplikasi tatalaksana secara holistik pada berbagai masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat.
  11. Menguasai teori aplikasi, merencanakan, dan mengelola serta mengembangkan riset multidisiplin yang terkait bidang kedokteran yang hasilnya dapat diaplikasikan dan layak dipublikasikan nasional maupun internasional.

 


 

KURIKULUM PROGRAM STUDI PROFESI DOKTER

 

No.

Mata Kuliah

Kode

SKS

1

Ilmu Penyakit Dalam

MEC 542

7

2

Ilmu Kesehatan Anak

MEC 644

6

3

Ilmu Bedah

MEC 645

6

4

Ilmu Kebidanan & Penyakit Kandungan

MEC 648

6

5

Ilmu Kesehatan Masyarakat & Gizi

MEC 649

6

6

Anestesiologi

MEC 585

2

7

Ilmu Penyakit Saraf

MEC 551

3

8

Ilmu Kesehatan Jiwa & Perilaku

MEC 554

3

9

Ilmu Kesehatan Mata

MEC 558

3

10

Ilmu Peny.THT

MEC 559

3

11

Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin

MEC 555

3

12

Radiologi

MEC 561

2

13

Ilmu Peny. Gigi & Mulut

MEC 545

2

14

Ilmu Kedokteran Forensik & Medikolegal

MEC 667

2


 

 

 

DESKRIPSI MATA KULIAH PROGRAM STUDI PROFESI DOKTER

 

Kegiatan kepaniteraan klinik terdiri dari 14 rotasi terdiri atas 5 bagian mayor (Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Bedah, Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan, Ilmu Kesehatan masyarakat dan Gizi) serta 9 bagian minor (Ilmu Penyakit Saraf, Ilmu Kedokteran jiwa dan Perilaku, Ilmu Penyakit Telinga Hidung dan Tenggorokan, Ilmu Kesehatan Kulit dan kelamin, Ilmu Kesehatan Mata, radiologi, Anestesiologi, Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal, serta Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut). Lama rotasi kepaniteraan klinik bagian mayor adalah 10 minggu dan 5 minggu untuk bagian minor.

 

Terdapat beberapa perubahan pada rotasi kepaniteraan karena adanya pandemi Covid-19 yang mulai pada bulan Maret 2020 dan menyebabkan kegiatan kepaniteraan klinik harus menyesuaikan situasi pandemi. Kegiatan kepaniteraan klinik di masa pandemi dihentikan sementara waktu dan mulai tanggal 31 Maret 2020 kegiatan kepaniteraan klinik dilakukan secara daring dengan rotasi 2 minggu untuk semua bagian dengan materi pendalaman studi kasus serta clinical reasoning, kecuali Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal. Kegiatan kepaniteraan pada Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal di RSUP dr Kariadi, Semarang tidak dilakukan lagi tetapi di RS POLRI dan RSUD Kabupaten Tangerang dengan mengikuti kurikulum Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Nasional dengan lama rotasi 4 minggu (yang sebelumnya adalah selama 2 minggu).  Mulai 18 Agustus 2020, kegiatan kepaniteraan klinik dimulai untuk mahasiswa tingkat akhir dan dilakukan hanya di Rumah Sakit Atma Jaya, lalu rotasi berikutnya secara bertahap mahasiswa berotasi selain di Rumah Sakit Atma Jaya juga di rumah sakit jejaring, yaitu RS Sint Carolus, RS Bhayangkara TK IR Said Sukanto (RS POLRI), RSUD R.Syamsudin, SH - Sukabumi, RSKO, RSUD Kabupaten- Tangerang, RSKD Duren Sawit, Rumah Sakit Sitanala - Tangerang), RS Panti Rapih – Yogyakarta (belum berjalan lagi) dan Puskesmas. Rotasi magang di RS untuk bagian mayor adalah selama 8 minggu dan bagian minor adalah selama 4 minggu. Pada bulan November 2020 semua mahasiswa klinik mengikuti modul Covid yang dilaksanakan selama 5 minggu.

 

Secara umum pelaksanaan kepanitaraan klinik sesuai kurikulum adalah sebagai berikut :

 

ILMU PENYAKIT DALAM

Kegiatan kepaniteraan Ilmu Penyakit Dalam (IPD) ditempuh dalam waktu 10 (sepuluh) minggu (kecuali jika ada libur hari besar/hari raya keagamaan), dengan beban SKS sebesar 7 (tujuh) SKS. Pada masa pandemi COVID-19, kepaniteraan terbagi menjadi 2 minggu pendalaman melalui daring dan 8 minggu rotasi di Rumah Sakit. Dalam program ini mahasiswa akan mendapatkan pengalaman melalui paparan langsung di beberapa Rumah Sakit Jejaring (terdiri dari RS Sint Carolus-Jakarta, RSUD R.Syamsudin, SH - Sukabumi) dan RS Atma Jaya (RSAJ) sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama FKIK UAJ. Pengalaman mengelola pasien dari kegawat-daruratan, pengelolaan pasien rawat jalan dan rawat inap, journal reading, pembimbingan pembuatan karya tulis ilmiah serta penyajian kasus IPD merupakan bagian terbesar dari keseluruhan program pendidikan mahasiswa. Adapun secara garis besar topik-topik yang ada dalam program pendidikan tersebut sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) yang disusun oleh Konsil Kedokteran Indonesia tahun 2012. Metode pembelajaran yang diberikan pada program ini melalui komunikasi dua arah sewaktu bed-side teaching dan diskusi-diskusi dalam laporan kasus, referat dan journal reading, dan lain-lain, di bawah supervisi dosen di Departemen IPD.

 

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT DAN GIZI

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Gizi (IKM-Gizi) merupakan kepaniteraan mayor yang berlangsung selama 10 minggu, dengan beban SKS sebesar 6 (enam) SKS. Pendidikan dilaksanakan dalam 2 tahapan kepaniteraan, yaitu kepaniteraan junior dan senior. Pada minggu ke-1-5, mahasiswa (junior) bertugas untuk melaksanakan pengembangan program pembinaan kesehatan wilayah, diikuti pembimbingan-pembimbingan materi beserta tugas dan presentasi. Selanjutnya, pada minggu ke-6-9, mahasiswa Prodi Profesi ditugaskan untuk mejalankan kepaniteraan di Puskesmas jejaring untuk mengukuti tugas rutin Puskesmas dan membuat laporan evaluasi kinerja Puskesmas dalam program kesehatan tertentu.

Pada masa Pandemi COVID-19, kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Gizi terbagi menjadi 2 minggu pendalaman kasus kesehatan masyarakat dan teori secara daring, serta 8 minggu di lapangan.

 

ILMU BEDAH

Kepaniteraan Ilmu Bedah berlangsung selama 10 minggu, dengan beban SKS sebesar  6 (enam) SKS. Rotasi ilmu bedah dilaksanakan di RS Atma Jaya dan di rumah sakit jejaring seperti RS St.Carolus (Jakarta), RSUD R. Syamsudin, SH (Sukabumi), dan RS Bhayangkara TK IR Said Sukanto (RS POLRI). Pada masa pandemic COVID-19 terdapat penyesuaian berupa 2 minggu pelaksanaan secara daring dan 8 minggu di Rumah Sakit.

 

ILMU KEBIDANAN DAN PENYAKIT KANDUNGAN

Kepaniteraan Kebidanan dan Penyakit Kandungan berlangsung selama 10 minggu, dengan beban SKS sebesar 6 (enam) SKS. Program kepaniteraan Kebidanan dan Penyakit Kandungan diselenggarakan di Rumah Sakit Atma Jaya sebagai rumah sakit pendidikan utama bekerja sama dengan beberapa rumah sakit jejaring diantaranya Rumah Sakit R. Syamsudin, S.H., (Sukabumi), dan RS St Carolus (Jakarta) dan RS Bhayangkara TK IR Said Sukanto (RS POLRI). Pada masa Pandemi COVID-19 terdapat penyesuaian berupa 2 minggu pelaksanaan secara daring dan 8 minggu di Rumah Sakit.

 

ILMU KESEHATAN ANAK

Dalam program ini mahasiswa akan mendapatkan pengalaman klinis melalui paparan langsung di beberapa Rumah Sakit Pendidikan jejaring yaitu Rumah Sakit R. Syamsudin, S.H., (Sukabumi), dan RS St Carolus (Jakarta) dan RS Bhayangkara TK IR Said Sukanto (RS POLRI) dan RS Atma Jaya. Kepaniteraan ilmu Kesehatan anak berlangsung selama 10 minggu, dengan beban SKS sebesar 6 (enam) SKS. Pengalaman mengelola pasien dari kegawatdaruratan pediatrik, resusitasi neonatus, pengelolaan pasien rawat jalan, pengelolaan pasien rawat inap, journal reading, pembimbingan pembuatan karya tulis ilmiah serta penyajian kasus pediatrik merupakan bagian terbesar dari keseluruhan program pendidikan dokter muda. Adapun secara garis besar topik yang ada dalam program pendidikan tersebut sesuai dengan Standard Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) yang disusun oleh Konsil Kedokteran Indonesia tahun 2012.  Pada masa pandemic COVID-19, pelaksanaannya terbagi menjadi 2 minggu kegiatan daring dan 8 minggu kegiatan di Rumah Sakit.

 

ANESTESIOLOGI

Pelayanan anestesi merupakan penunjang medis yang memiliki peranan yang makin luas di era pelayanan kesehatan modern. Kepaniteraan anetesi berlangsung selama 6 minggu, dibagi menjadi 2 minggu secara daring dan 4 minggu di RS. Beban SKS sebesar 2 (dua) SKS, dan rotasi RS diadakan di Rumah Sakit R. Syamsudin, S.H., (Sukabumi), dan RS St Carolus (Jakarta) dan RS Bhayangkara TK IR Said Sukanto (RS POLRI) dan RS Atma Jaya. Perkembangan anestesi dari peranan pembiusan di dalam kamar operasi hingga pembiusan di luar kamar operasi, hingga peranan yang makin meluas dalam area penanganan nyeri, perawatan intensif dan penatalaksanaan resusitasi jantung paru. Kepaniteraan Anestesiologi berfokus pada kedokteran perioperatif dimana mahasiswa diharapkan dapat memahami kondisi dan tatalaksana pasien perioperatif sehingga dapat melakukan tindakan optimalisasi kondisi medis pasien untuk operasi yang akan dilakukan serta mengetahui kemungkinan komplikasi yang bisa terjadi.

 

ILMU PENYAKIT GIGI MULUT

Fokus pendidikan kepaniteraan Ilmu Penyakit Gigi Mulut adalah melengkapi pengetahuan dan menerapkan ketrampilan klinis, diagnostik dan terapi awal untuk penyakit mulut ketrampilan dokter muda tentang variasi normal mukosa rongga mulut, infeksi dan manifestasi rongga mulut pada pasien dengan kelainan sistemik seperti kelainan endokrin, kelainan hematologik, kelainan imunologi, serta pasien dengan masalah adiksi. Kepaniteraan Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut berlangsung berlangsung selama 6 minggu (2 minggu secara daring dan 4 minggu stase di Rumah Sakit), dengan beban SKS sebesar  2 (dua)  SKS di RS Atma Jaya.

 

ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin  adalah salah satu dari 14 departemen klinik dalam Program Studi Pendidikan Dokter FKIK Unika Atma Jaya. Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin berlangsung selama 6 minggu (2 minggu secara daring dan 4 minggu di RS). Beban SKS sebesar 3 (tiga) SKS. Program kepaniteraan Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin diselenggarakan di Rumah Sakit Atma Jaya sebagai rumah sakit pendidikan utama bekerja sama dengan beberapa rumah sakit jejaring seperti Rumah Sakit Umum Daerah R. Syamsudin, S.H., (Sukabumi) dan Rumah Sakit Sitanala (Tangerang), RS St Carolus (Jakarta) dan RS Bhayangkara TK IR Said Sukanto (RS POLRI).

 

ILMU KESEHATAN MATA

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Mata adalah suatu departemen yang melaksanakan tugas pendidikan ilmu kesehatan mata bagi para calon dokter FKIK Unika Atma Jaya dengan menerapkan ketrampilan klinis, diagnostik dan terapi awal untuk penyakit mata. Tujuan pendidikan bagi mahasiswa adalah memberikan pengetahuan yang meliputi Tridharma Perguruan Tinggi. Pendidikan tersebut dilaksanakan bersama dengan staf pengajar di RS Atma Jaya, RS St Carolus (Jakarta) dan RS Bhayangkara TK IR Said Sukanto (RS POLRI). Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Mata berlangsung selama 6 minggu (2 minggu secara daring dan 4 minggu di RS), dengan beban SKS sebesar 3 (tiga) SKS.

 

ILMU PENYAKIT SARAF (NEUROLOGI)

Kepaniteraan Ilmu Penyakit Saraf berlangsung selama 6 minggu (2 minggu secara daring dan 4 minggu di RS), dengan beban SKS sebesar 3 (tiga) SKS. Program kepaniteraan Departemen Neurologi FKIK Unika Atma Jaya diselenggarakan di Rumah Sakit Atma Jaya sebagai rumah sakit pendidikan utama bekerja sama dengan beberapa rumah sakit jejaring yaitu Rumah Sakit St. Carolus, Jakarta.

 

ILMU KEDOKTERAN JIWA DAN PERILAKU

Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Jiwa & Perilaku berlangsung selama 6 minggu (2 minggu secara daring dan 4 minggu di RS), dengan beban SKS sebesar 3 (tiga) SKS. Terdapat 5 rumah sakit jejaring kepaniteraan klinik yang terlibat yaitu Rumah Sakit Atma Jaya, RSKD Duren Sawit, RS St. Carolus, RSUD R. Syamsudin, SH Sukabumi, RSKO. Beberapa metode belajar yang digunakan dalam Kepaniteraan Klinik  Ilmu Kedokteran Jiwa dan Perilaku meliputi pre & post test, bimbingan tutor teori F0-F9 (berdasarkan PPDGJ-III), CBL, Freshcase, Case report, role play. Kepaniteran ini mempelajari berbagai masalah yang berhubungan dengan masalah kesehatan mental, gangguan mental baik organik maupun non organik dan akibat zat mulai dari masa kanak hingga lansia (psikogeriatri). Kepaniteran klinik ini juga mempelajari mengenai klasifikasi, faktor risiko, etiologi, komorbiditas (fisik maupun mental), psikodinamik, psikopatologi, membuat diagnosis banding, diagnosis, mengidentifikasi daftar problem, dan membuat rencana penanganan yang komprehensif (farmakoterapi maupun non farmakoterapi) gangguan mental baik organik maupun non-organik serta akibat zat mulai dari masa kanak hingga lansia (psikogeriatri).

 

RADIOLOGI

Pemeriksaan radiologi saat ini sudah sangat berkembang, mulai dari radiografi konvensional hingga pemeriksaan canggih seperti CT, MRI, kedokteran nuklir dan sebagainya. Radiologi memegang peranan penting dalam menegakkan diagnosis penyakit, karena itu penting bagi mahasiswa kedokteran untuk dapat mengetahui jenis pemeriksaan radiologi yang tepat dan sesuai.  Setelah mengikuti program pendidikan selama 6 minggu (2 minggu secara daring dan 4 minggu di RS), dengan beban 2 (dua) SKS di departemen ini, mahasiswa diharapkan dapat melakukan interpretasi dasar pada pemeriksaan radiologi,khususnya kasus gawat darurat. Rumah Sakit yang terlibat adalah RS Atma Jaya, RS Sint Carolus, RS Bhayangkara TK IR Said Sukanto (RS POLRI) dan RSUD R. Syamsudin, SH Sukabumi.

 

ILMU KESEHATAN TELINGA HIDUNG TENGGOROKAN KEPALA LEHER

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Kepala Leher berlangsung selama 6 minggu (2 minggu secara daring dan 4 minggu di RS), dengan beban SKS sebesar 3 (tiga) SKS. Guna menunjang pelaksanaan kegiatan ilmiah dan praktik bagi mahasiswa kepaniteraan, selain Rumah Sakit Atma Jaya sebagai rumah sakit Pendidikan Utama, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unika Atma Jaya menjalin kerja sama dengan beberapa rumah sakit antara lain: RSUD R. Syamsudin, SH di Sukabumi, RS Bhayangkara TK IR Said Sukanto (RS POLRI) dan RS Atma Jaya. Selama berotasi mahasiswa akan mempelajari kasus-kasus yang berhubungan dengan Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Kepala Leher. Kegiatan selain di poli, mahasiswa juga berkesempatan belajar di ruang operasi untuk mempelajari kasus-kasus operatif.

 

ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL

Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal berlangsung selama 4 minggu, dengan beban SKS sebesar 2 (dua) SKS dan dilaksanakan di RSUD Kabupaten Tangerang dan RS Bhayangkara TK IR Said Sukanto (RS POLRI). Selama kepaniteraan mahasiswa selain belajar melakukan otopsi juga belajar untuk membuat visum et repertum.